Bagi kaum pria, penyakit impotensi atau dikenal dengan istilah medis sebagai disfungsi ereksi, merupakan penyakit paling memalukan dan paling menyedihkan. Sudah cukup banyak pria yang mengalami impotensi namun kerap belum mengalami penyembuhan berarti.

Pakar seks terkemuka Dr Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS, mengatakan penyakit disfungsi ereksi alias impoten tetap bisa disembuhkan. “Tentu, yang namanya impoten itu paling memalukan dan menyedihkan buat pria. Tapi apapun itu penyakit seks, impoten, frigid, dan sebagainya tetap bisa disembuhkan,” kata Dr Boyke dalam acara talkshow dan peluncuran bukunya bertema “It’s All About Seks” di toko buku Gramedia, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (18/4/2010).

Boyke menjelaskan, salah satu faktor utama penyebab impotensi justru berasal dari faktor psikologis seseorang. Permasalahan yang bisa menimbulkan tekanan psikologis seperti stres bisa membawa dampak sampai ke “urusan ranjang”. “Lima puluh persen itu karena faktor psikologis. Banyak faktor, mulai dari istri galak, kena PHK, masalah ekonomi, dan sebagainya, akhirnya jadi terbawa dan jadi masalah,” tuturnya.

Sementara 50 persen faktor lainnya, disebabkan oleh masalah secara fisik. Berbagai penyakit yang diderita seseorang bisa berdampak kepada kehidupan seksualnya, termasuk untuk bisa ereksi. “Sisanya ini karena kelainan fisik. Terbagi-bagi bisa dari kelainan fisik, darah tinggi, hipertensi, diabetes, kolestrol, asam urat, kelainan pembuluh darah dan saraf, dan trauma luka tulang blakang,” terangnya.

Meski demikian ia meyakinkan, impotensi tetap dapat disembuhkan dengan metode pengobatan yang tepat. Impotensi karena faktor psikologis, misalnya, dapat disembuhkan dengan konsultasi ke dokter dan terapi. “Pasien impoten memang mengalami rendah diri dan malu. Maka perlu terapi ke dokter, juga misalnya, olah raga, makan makanan yang sehat, berhenti merokok dan minuman keras,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, tidak perlu mencoba-coba pengobatan alternatif yang tidak jelas hasilnya. Ditakutkan, bukannya mengobati, pengobatan alternatif tersebut justru memperparah penyakit. “Enggak bisa, walaupun kita ke Mak Erot, makan tangkur buaya, darah ular, dan sebagainya, tetap enggak bisa disembuhkan. Nanti malah memperparah. Datanglah ke dokter, penyakit seks itu bisa diobati,” tuturnya.

sumber: kompas.com

<!–/ halaman berikutnya–>