Tumpukan lemak di perut lebih berbahaya ketimbang lemak di paha dan pinggul. Bila ingin menghilangkannya, turunkan berat badan. Namun sebelumnya, simak dulu fakta-fakta lainnya! Apakah lemak perut berbahaya?
Tumpukan lemak di perut lebih berbahaya ketimbang lemak di paha dan pinggul. “Tumpukan lemak perut berkaitan dengan peradangan dan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, sindroma metabolik,” ujar Jensen. Sebuah studi baru menunjukkan, lemak perut bisa meningkatkan peradangan dan pengerasan pembuluh arteri.

Bisakah lemak tak jenuh tunggal membuang lemak perut?
Dalam buku The Flat Belly Diet disebutkan, lemak perut akan luruh dengan diet 1.600 kalori yang kaya lemak tak jenuh tunggal (MUFA-monounsaturated fats). MUFA terdapat dalam alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, zaitun, kedelai cokelat. Namun para ahli mengingatkan, MUFA mengandung lemak 9 kalori/gram, lebih banyak ketimbang karbohidrat dan protein yang 4 kalori/gram. Yang penting, kontrollah asupan lemak.

Apakah olah raga bisa meratakan perut?
Ratusan kali crunch setiap hari haya sia-sia bila berat badan tidak dikurangi. Jika otot perut tidak diliputi lemak, menguatkannya bisa membuat perut kencang dan ramping. Agar berat badan ideal, Anda harus berpola makan sehat dengan diet kalori terkontrol plus olahraga 60 menit sehari seperti jalan cepat.

Apakah tubuh bagian tengah terlalu besar?
Ukuran lingkar pinggang bisa memberi sinyal kondisi kesehatan, status berat badan, dan lemak yang tersembunyi. Jika pinggang lebih dari 101 cm (pria) dan 89 cm (wanita), berarti simpanan lemak Anda sudah keterlaluan!

Apa yang mendasari pemangkasan lemak perut?
Rahasia meluruhkan lemak perut adalah menurunkan berat badan melalui diet seimbang dengan pembatasan kalori dan olahraga teratur.