Rasanya tak ada yang lebih menakutkan bagi para ibu hamil selain mengetahui kemungkinan bayi yang akan dilahirkannya mengalami cacat atau meninggal. Namun, para ilmuwan di era modern ini yakin sebenarnya banyak yang bisa dilakukan para ibu sebelum dan selama kehamilan untuk mengurangi risiko cacat janin.

Beberapa tindakan pencegahan itu bahkan sederhana dan bisa dilakukan siapa saja yang ingin menjalani hidup sehat. “Tiap wanita dalam usia produktif harusnya menyadari apa yang perlu dilakukan agar tetap sehat,” kata Dr Michael Kartz, profesor bidang kesehatan anak dari Columbia University, AS.

Hampir satu dari 33 anak yang lahir di AS dilaporkan memiliki cacat lahir. Menurut data Center for Disease Control and Prevention (CDC), kebanyakan cacat lahir itu terjadi selama tiga bulan pertama kehamilan dan melibatkan faktor struktural, fungsional, dan ketidaknormalan biokemikal yang berakibat pada kematian atau kecacatan.

Kelainan jantung merupakan jenis cacat lahir yang paling sering terjadi. Diperkirakan 1 dari 100 atau 200 bayi yang lahir membawa kelainan ini.

Dr Adolfo Correa, pengawas medis dari CDC, menunjuk dua faktor yang berperan dalam terjadinya kelainan jantung, yakni obesitas dan diabetes. “Menjaga berat badan dan kadar gula darah adalah kunci penting untuk melindungi kesehatan calon bayi,” katanya.

Para wanita juga bisa mencegah terjadinya cacat lahir dengan pengaturan pola makan dan memerhatikan asupan gizi dan nutrisi. Pastikan kadar asam folat terpenuhi, baik dari makanan sehari-hari maupun suplemen asam folat.

Baik Correa maupun Katz sama-sama berpendapat bahwa yang perlu diubah adalah gaya hidup sebelum seorang wanita hamil. Hal ini penting mengingat kelainan pada tumbuh kembang janin sering kali terjadi di masa awal kehamilan, bahkan sebelum seorang wanita menyadari dirinya hamil.

Untuk melahirkan bayi sehat tanpa komplikasi, setiap wanita disarankan untuk menjaga kebugaran dan memenuhi gizi yang baik, bahkan sebelum terjadinya konsepsi.

Tindakan pencegahan lain bisa dilakukan selama kehamilan. Hal pertama adalah menganalisis kembali semua obat, baik resep maupun obat bebas, yang dikonsumsi. Tanyakan pada dokter, obat apa yang harus dihindari karena berbahaya bagi janin.

Para ibu hamil juga sebaiknya melindungi diri dari kemungkinan penularan penyakit. Hindari bepergian jauh untuk mencegah penularan penyakit. Atau, jika tak bisa dihindari, lakukan tindakan pencegahan, seperti mengonsumsi obat antimalaria atau mendapatkan vaksin tertentu sebelum bepergian.

kompas.com