Menghadapi balita yang susah makan memang tidak mudah. Padahal, aksi “tutup mulut” yang dilakukannya sering membuat cemas para ibu mengingat pada periode tumbuh kembangnya anak membutuhkan asupan yang bernutrisi. Agar balita tidak kekurangan gizi, para ibu boleh memberikan susu yang memang kaya zat gizi.

“Susu dapat digunakan sebagai alternatif pelengkap kebutuhan kalori, vitamin dan proteinnya,” kata Ida Ruslita Amir, M. Kes dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) pada Launching Susu Kental Manis Frisian Flag Gold, (14/07/10) di Jakarta.

Setiap orang tidak terkecuali anak-anak membutuhkan asupan gizi seimbang. “Asupan gizi seimbang terdiri dari makro nutrien, yang meliputi karbohidrat, lemak, protein dan mikro nutrien yang terkandung dalam vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral difungsikan sebagai zat pengatur dan anti oksidan,” kata Ida.

Orangtua juga bisa menyiasati anak yang susah makan dengan memberikan alternatif pengganti. Misalnya jika anak tidak mau makan nasi, berikan mi atau roti. Bila anak tidak menyukai susu, berikan makanan olahan dari susu, seperti puding, es krim, atau keju.

Kendati demikian, susu, terutama susu kental manis sebaiknya dikonsumsi anak di atas umur satu tahun karena metabolisme tubuhnya telah dapat menerima makanan selain ASI. Bayi hingga ia berusia satu tahun difokuskan untuk minum ASI.