Sejak diluncurkannya kampanye donor darah sebagai gaya hidup sekitar sebulan lalu, saat ini sudah terlihat adanya tren peningkatan jumlah pendonor hingga 25 persen. Kesuksesan itu antara lain karena masyarakat makin mudah mendonorkan darahnya.

Hal tersebut diungkapkan dr.Ulla Nuchrawaty, ketua bidang organisasi PMI Pusat dalam sebuah acara talkshow di Jakarta, Rabu, (30/6/2010). “Pendonor darah di mal Senayan City Jakarta mencapai 40-50 orang perhari,” katanya.

Karena itu dalam waktu dekat akan dibuka pelayanan donor darah di kawasan pasar Tanah Abang Jakarta dan beberapa kampus. Selain Jakarta, menurut Ulla PMI Pusat juga memberi kesempatan bagi pengelola mal dan kampus di daerah.

“PMI Pusat akan membantu seluruh peralatan awal, namun tempatnya disediakan,” katanya.

Saat ini Indonesia masih kekurangan 2 juta kantong darah. Bila dikalkulasi dengan jumlah penduduk, seharusnya terdapat cadangan 4 juta kantong, tapi baru tercukupi separuhnya, urai Ulla.

Upaya lain yang dilakukan PMI adalah meluncurkan gerakan sejuta sekop dan pacul. Para relawan dan masyarakat akan diajak untuk mengalirkan air yang tergenang.

“Air tergenang adalah tempat yang disukai jentik nyamuk penyebab demam berdarah. Dan penyakit itu membutuhkan transfusi darah. Dengan gerakan ini kami ingin mengurangi permintaan darah,” katanya.

Gerakan satu juta sekop dan pacul sudah diluncurkan di Jakarta Timur sebagai pilot project dan akan dilanjutkan di daerah lain.

kompas.com