Bahasa paling mudah untuk menyatakan cinta kepada anak adalah dengan menyentuhnya. Ungkapan sederhana itu sampai saat ini masih relevan untuk menggambarkan pentingnya sentuhan sebagai ungkapan cinta kepada anak. Karena sentuhan fisik merupakan bahasa cinta yang paling sederhana dan mudah digunakan. Sebagai orang tua kita tidak perlu meluangkan waktu khusus atau tenaga ekstra untuk melakukan hal tersebut. Di dalam pelatihan AJI pun cara paling mudah untuk membangun kepercayaan kepada anak adalah dengan menyentuhnya. Karena peluang untuk memindahkan rasa cinta, rasa aman, rasa percaya kita kepada anak sangat mungkin terjadi ketika kita menyentuhnya.

Bahasa sentuhan tidak terbatas pada sentuhan pada kepala, pundak, kepala, atau rambut, namun seluruh kontak yang terjadi antara kita dan anak. Sentuhan adalah cara yang efektif untuk mengatakan kepada anak “saya mencintaimu”. Ini bisa terlihat dari beberapa penemuan bahwa bayi yang disentuh secara rutin oleh orang tua tumbuh lebih baik dibandingkan yang jarang mendapatkan sentuhan.

Hal ini karena sentuhan dapat memuaskan kebutuhan emosi seseorang, terutama emosi yang bersifat penerimaan dan pengakuan. Menurut Les Giblin, banyak orang yang menjadi emosional dan sombong karena tangki cinta nya kurang terisi oleh penerimaan dan pengakuan. Akibatnya ia menjadi kurang ramah,kasar, bahkan merusak.

Sentuhan ini terjadi setiap saat, mulai dari bayi kita membutuhkan sentuhan. Mulai dari sentuhan lembut hingga elusan yang hangat. Memang semakin dewasa, sentuhan ini berubah bentuknya, namun sentuhan tetapi menjadi sarana yang paling efektif untuk menyampaikan bahasa cinta. Misalnya ketika anak laki –laki kita bertambah dewasa mereka mungkin menolak sentuhan yang lembut seperti ketika mereka kecil, tapi mereka tidak akan pernah menolak sentuhan yang bersemangat, seperti tos, menyentuh pundak dan sebagainya.

Seperti yang telah kita ketahui karena sentuhan dan ciuman dan segala hal yang berbau kontak fisik menjadi penting karena hal ini dapat dengan cepat mengisi tangki cinta anak. Tangki cinta anak adalah istilah dari gudang emosi positif yang dimiliki anak untuk memiliki hidup yang berkualitas. Semakin besar anak semakin besar pula tangki cinta yang dimilikinya sehingga dibutuhkan seni untuk menyampaikannya dan ketika orang makin dewasa ternyata semakin butuh pula mereka mendapatkan sentuhan yang hangat dari orang – orang yang mereka cintai.

Sentuhan ini berujung kepada pemuasan emosi positif pada anak. Emosi yang baik membantu anak untuk mudah memfokuskan akal sehat dan memberikan hasrat yang baik untuk berprestasi. Hal ini bisa kita lihat dan amati,anak – anak yang mempunyai orang tua yang cukup memberikan perhatian dan rutin mengisi tangki cinta mempunyai anak yang lebih adaptif dan berprestasi. Sebaliknya seperti yang disampaikan oleh Damansio (1994) emosi yang berlebihan atau emosi yang kurang peka dapat mengakibatkan manusia mengalami kesulitan untuk berpikir secara optimal dan sehat.

Hal ini bisa kita lihat bisa seseorang gadis atau laki –laki tumbuh dewasa dan memiliki cukup sentuhan dari orang tuanya mereka cenderung akan menjadi lebih kuat dan lebih stabil ketika bergaul dengan teman ataupun lawan jenis. Apa yang membuat mereka lebih kuat dan lebih stabil. Tepat sekali dugaan anda, karena mereka memiliki tangki emosi yang lebih baik dan rutin terisi. Tangki emosi yang rutin terisi membuat mereka lebih mudah menghargai diri sendiri dan akibatnya juga lebih mudah dalam menghargai orang lain.

Oleh karena itu sentuhan fisik yang berarti kontak fisik yang hangat dan penuh cinta selalu dibutuhkan oleh anak . semakin dewasa memang semakin berbeda bentuknya, namun sebagai orang tua kita bisa semakin kreatif dalam memberikan sentuhan fisik yang berarti bagi anak. Misalnya saat anak kita masih satu tahun, sentuhan fisik kita bisa berupa menggendong, saat mulai beranjak dewasa di usian lima tahun sentuhan fisik ini mulai kita sesuaikan dengan mengajak anak bermain, lompat-lompat dan sebagainya. Saat anak mulai sepuluh tahun kita bisa memodifikasi sentuhan tersebut dengan tepukan di pundak saat ia belajar, atau memberikan tos saat kita selesai melakukan pekerjaan bersama. Apapun sentuhan itu, pesannya sangat sederhana. “Saya mencintaimua”.
sumber : aji