Garut (ANTARA) – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Garut, Jawa Barat yang menjadi korban penganiayaan oleh majikan di Malaysia, berharap mendapatkan bantuan perawatan kesehatan dari pemerintah.

“Saya sekarang masih terasa sesak,” kata Ny Siti Hazar korban pengniayaan majikan dihadapan pejabat pemerintah Kabupaten Garut, dan Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur, di Garut, Senin.

Kondisi kesehatan Siti sepulang dari Malaysia akhir tahun 2009, masih merasakan sakit di beberapa bagian badannya terutama pada dada yang merasa sesak saat bernafas.

Rasa sesak yang dialaminya itu, kata Siti akibat tindakan kekerasan yang dilakukan majikannya, selama bekerja kurang lebih empat tahun.

Selain merasa sesak nafas, Siti juga mengalami tulang hidung menjorok kedalam, serta kulit dibeberapa bagian badannya membekas akibat mengalami penyiksaan.

“Masih sakit saya merasaka penyiksaan waktu itu, hingga saya selamat bisa lari dan datang ke kedutaan disana,” katanya.

Akibat kondisi itu, Siti berharap ada perhatian khusus dari pemerintah atau derawaman dalam perawatan kesehatannya dengan harapan rasa sesaknya dapat hilang hingga bisa bernafas lega.

Sementara itu, Bupati Garut, Aceng, tetap berupaya memberikan jaminan pelayanan kepada masyarakat kurang mampu, termasuk memberikan pelayanan kesehatan kepada Siti melalui Dinas Kesehatan pemerintah setempat.

Diharapkan Aceng, Siti terus melakukan pengobatan kepada rumah sakit terdekat agar terpantau kondisi kesehatannya pasca peristiwa penganiayaan di Malaysia.

yahoo.com