Di luar sana, banyak kosmetik yang mengandung bahan yang membahayakan kesehatan kita. Ingat, produk mahal tidak selalu menjanjikan keamanan. Time (2010) menyebutkan, perawatan rambut senilai 400 dollar AS (Rp 3,6 juta) di West Hollywood malah menggunakan bahan yang mengandung formaldehyde atau formalin si penyebab kanker. Dua jurnalis AS, penulis buku No More Dirty Looks, menemukan banyak bahan racun bertebaran dalam kosmetik, sementara hanya sedikit aturan yang melindungi konsumen.

Bagaimana dengan Indonesia ya? Mulai sekarang, kenali dan pilih kosmetik yang tepat buat kita. Dimulai dengan membaca bahan pembuatannya.

Dari ujung rambut ke ujung kuku
Rambut teratur, halus, dan berkilau selalu menjadi impian. Perhatikan sampo dan kondisioner yang kita gunakan. Hindari produk-produk yang mengandung sulphate dan pengawet, seperti paraben, karena keduanya berpotensi mengganggu keseimbangan hormon kita. Gunakan sampo dan kondisioner berbahan alami baik. Merang dan santan boleh dicoba.

Pilih maskara dengan saksama untuk menghindari produk yang mengandung merkuri, bahan yang berbahaya bagi syaraf, ada juga coal tar yang bersifat karsinogen. Mata yang indah dan kuat bisa didapat dengan memilih activated charcoal untuk menggantikan make up mata konvensional.

Ditemukan pada banyak produk pelembap kulit yang masih menggunakan paraben dan bahan pengawet lainnya, sementara tabir surya masih mengandung oxybenzone, si pengganggu hormon.

Warna-warni lipstik bisa jadi mengandung timbal yang bersifat racun bagi syaraf atau BHA yang bersifat karsinogen. Sebaiknya pilih lipstik yang mengandung bahan alami, yang sekaligus bisa digunakan sebagai blush on.

Cat kuku dan pembersihnya banyak mengandung phthalates yang dapat mengancam sistem reproduksi. Banyak lembaga konsumen yang meminta agar produk ini tidak digunakan lagi.