Membacakan buku pada bayi tidak hanya menjadi pengisi aktivitas dengan bayi, tetapi juga memiliki manfaat untuk perkembangan bayi Anda. Karena itu, segeralah ajak bayi Anda membaca.

Mengajak bayi membaca akan meningkatkan kosakata bayi, merangsang imajinasinya, dan meningkatkan kemampuan komunikasi si kecil. Makin sering Anda mengajak bayi berbicara, makin baik perkembangan bahasanya.

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa, bahkan kecerdasan, berkaitan dengan jumlah kata yang didengar bayi setiap harinya. Dalam sebuah studi, bayi-bayi yang orangtuanya rajin mengajaknya berbicara (sekitar 2.100 kata setiap hari) memiliki skor lebih tinggi dalam sebuah tes standar yang dilakukan saat mereka berusia 3 tahun.

Anda bisa mulai mengajaknya bercakap-cakap dengan memperkenalkan anggota tubuhnya atau menyebutkan benda-benda yang dilihatnya ketika Anda mengajak si bayi berjalan-jalan di sekitar rumah. Membacakan cerita juga menjadi salah satu cara interaksi verbal yang menyenangkan.

Kapan mulai membacakan cerita pada bayi? Sebenarnya tidak ada kata terlalu dini. Para ahli dari American Academy of Pediatric merekomendasikan orangtua untuk membacakan cerita kepada bayi berusia 6 bulan dengan suara keras setiap hari. Di usia 6 bulan biasanya bayi sudah mulai menikmati gambar-gambar menarik dan berwarna.

Jim Trelease, pengarang buku Read Aloud Handbook, menyatakan, orangtua sudah bisa mulai membacakan buku sejak bayi lahir. Apalagi, kegiatan membaca bersama ini bisa meningkatkan ikatan antara orangtua dan bayi.

Pada bulan-bulan awal kehidupan bayi, Anda tidak perlu bingung memilih tema cerita yang akan dibacakan. Pada periode ini bayi lebih tertarik pada irama suara yang didengarnya, bukan isi kalimatnya. Jadi Anda bisa membacakannya berbagai material bacaan, mulai dari buku cerita anak, majalah, bahkan novel yang sedang Anda baca.

Seiring bertambahnya usia, Anda bisa mulai memperkenalkannya pada buku-buku cerita bergambar dan beraneka warna. Ketika membacakan, peluk bayi sehingga ia merasa nyaman. Bacakan dengan suara ekspresif, misalnya, menirukan suara sesuai karakter tokoh cerita. Jangan takut bosan membaca cerita yang sama terus-menerus karena bayi justru menyukai pengulangan.