Otak pria dan wanita ternyata memiliki fokus yang berbeda pada hal-hal yang harus diingatnya. Hal ini menyebabkan para pria terlihat lebih gampang pelupa.

Menurut Kathleen Nadeau, Ph.D, otak pria lebih tertarik pada hal-hal yang bersifat analitik, misalnya skor pertandingan, serta hal-hal yang visual. Sebaliknya dengan perempuan yang ruang penyimpan ingatan di otaknya lebih fokus pada komunikasi verbal dan non verbal. Karena itu para pria sering tidak memperhatikan hal-hal kecil, seperti tempat meletakkan kacamata atau kunci rumah.

Akan tetapi pada usia reproduksi kaum wanita lebih sering mengalami gangguan daya ingat. Misalnya saat menjelang menstruasi, menopause atau perimenopause. Hal ini ternyata berkaitan dengan fluktuasi hormon.

“Penelitian menunjukkan estrogen berpengaruh pada senyawa kimia di otak sehingga berpengaruh pada konsentrasi,” kata Nadeu.

 

Pada masa kehamilan masalahnya lebih rumit lagi karena kadar estrogen dalam tubuh sedang mencapai puncaknya. Selain itu ketika sedang berbadan dua biasanya calon ibu lebih sering dilanda kelelahan. Hal ini bisa memperburuk konsentrasi dan kemampuan memorinya.